Selasa, 24 Jan 2023, 08:03:12 WIB, 27 View Rafi, Kategori : Artikel

foto/gambar diambil oleh hidroponik tasik

FAKTA-FAKTA MENARIK TENTANG HIDROPONIK

Hidroponik dimulai sejak 1920-an, kata hidroponik dipilih oleh Dr. W. F. Gercke untuk menggambarkan metode penanaman tanaman pangan ataupun hias yang menggunakan larutan air. Jauh mundur ke belakang, yaitu pada 600 sebelum masehi (SM), taman gantung di Kota Babilonia adalah contoh hidroponik pertama di Dunia.

Pada 1940, tentara Amerika yang terlibat perang terpaksa harus menanam sayuran secara hidroponik sebagai sumber makanan mereka. Sepuluh tahun berikutnya, sistem hidroponik mulai diteliti oleh berbagai ilmuwan yang berasal dari Belanda, Jerman, dan Australia. Tujuan penelitian ini untuk memproduksi tanaman dengan hasil yang memuaskan.

Pada 1960 terciptalah hidroponik dengan sistem irigasi tetes dan NFT. Hingga akhirnya, dari 1980 hingga sekarang hidroponik mulai dikenal oleh masyarakat dunia. Saat ini NASA sedang melakukan percobaan hidroponik menggunakan cahaya buatan agar dapat diterapkan di Mars.

Hidroponik berasal dari kata Yunani yakni hydro yang berarti air dan ponos yang berarti daya. Sederhananya hidroponik adalah sebuah Teknik budidaya tanaman yang memanfaatkan air, dan menghilangkan unsur tanah sebagai media tanamanya. Hal ini bisa dilakukan, karena Teknik hidroponik mampu untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bagi tanaman, yakni melalui pengaliran air yang maksimal, sedangkan sebagai media tanamnya dengan memanfaatkan beberapa alternatif seperti : pecahan batu, pasir, batu apung, serabut kelapa, potongan kayu, dan beberapa alternatif yang mampu menyimpan kadar air.

Meskipun metode hidroponik lebih menekankan pada pemberian air yang maksimal, itu bukan berarti bahwa budidaya tanaman hidroponik harus menggunakan air yang banyak. Hidroponik tetap dapat tumbuh walau ditempatkan pada lingkungan rendah air. Kita cukup memodifikasi cara pengairannya agar proses pengairan dapat maksimal. Berikut beberapa fakta yang perlu kita ketahui tentang metode hidroponik.

1. Ditanam Tanpa Media Tanam

Pertanian hidroponik tidak memerlukan tanah sebagai media tumbuh. Kita hanya perlu menyiapkan media berupa cairan atau agar yang mengandung berbagai nutrisi makro dan mikro yang diperlukan tanaman untuk tumbuh. Kita bisa mengatur tingkat kemasaman, jumlah oksigen, dan jumlah nutrisi media yang digunakan untuk hidroponik.

2. Ada Beragam Pilihan Jenis Tanaman Yang Bisa Di Tanam Secara Hidroponik

Memang tidak semua tanaman bisa dibudidayakan secara hidroponik, seperti tanaman pohon tanaman. Metode hidroponik hanya cocok untuk tanaman yang mempunyai waktu relative singkat untuk mengalami pembuahan atau pertunasan. Dengan hidroponik, kita bisa membudidayakan berbagai jenis tanaman sayur, seperti kangkong, sawi, bayam, selada, timun, brokolo, seledri, pakcoy, buncis, pare, daun bawang, dan masih banyak lagi. beberapa jenis tanaman sayur berbatang keras juga bisa ditanam secara hidroponik, seperti terong dan paprika. tidak  hanya itu, beberapa tanaman buah bernilai ekonomi tinggi, seperti melon, semangka, anggur,  dan stroberi  juga bisa dikembangkan.

3. Tanaman Yang Ditanam Secara Hidroponik Lebih Cepat Tumbuh, Bahkan Bisa Lebih Subur

Tanaman yang budidayakan tanam secara hidroponik bisa tumbuh hingga 2x lebih cepat dibandingkan metode budidaya konvensional. Bahkan, tanaman yang ditanam secara hidroponik bisa lebih subur daripada yang ditanam di tanah. Ini karena asupan nutrien, oksigen, serta air yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman bisa di atur pada sistem hidroponik.

4. Hemat Penggunaan Air Dan Pupuk

Meski menggunakan air, tapi budidaya secara hidroponik justru bisa menghemat air. Dengan hidroponik, efisiensi penggunaan air menjadi tinggi karena tidak perlu menyiram tanaman seperti budidaya dengan media tanah. Tidak cuma itu, kita  juga bisa menghemat pupuk karena media yang digunakan sudah mengandung nutrisi yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh.

5. Resiko Serangan Hama Dan Penyakit Pada Sistem Hidroponik Lebih Kecil, Meskipun Tidak Sepenuhnya Bebas

Resiko serangan hama dan penyakit pada pertanian hidroponik lebih kecil, sehingga penggunaan pestisida kimia bisa dikurangi bahkan ditiadakan. Tidak cuma lebih menghemat uang untuk membeli bahan kimia, sayur dan buah hasil hidroponik yang dihasilkan dari hidroponik juga lebih higienis dan terjamin kebersihannya daripada yang ditanam di media tanah. Perlu dicatat bahwa meskipun sistem hidroponik memiliki resiko lebih kecil untuk terserang hama dan penyakit, tapi tanaman hidroponik juga masih bisa mengalami masalah hama.

6. Proses Budidaya Lebih Praktis Dibandingkan Sistem Bercocok Tanam Konvensional

Dengan sistem hidroponik, kamu tidak memerlukan usaha sebesar budidaya secara konvensional. Kamu tidak perlu tenaga banyak orang untuk mengolah lahan, melakukan penanaman dan penyiangan gulma, hingga pemanenan. Proses pemanenan dengan hidroponik pun lebih mudah dilakukan.

7. Bisa Ditanam Dimana Saja Dan Menghemat Lahan

Pertanian hidroponik juga bisa menghemat lahan karena bisa disusun secara vertikal. Dengan luas lahan yang sama, kita bisa membudidayakan berkali-kali lipat tanaman lebih banyak.  Bercocok tanam juga bisa dilakukan di pekarangan sempit, teras rumah, atau rooftop rumah.

8. Tempat Untuk Hidroponik Bisa Di Desain Secara Kreatif

Saat ini, tidak sedikit orang yang menjual tempat khusus untuk hidroponik. Tempat untuk hidroponik  bisa di buat dengan berbagai bentuk, seperti memanjang, melingkar, atau vertikal. Kita juga bisa berkreasi dengan memanfaatkan barang-barang bekas.

9. Semua Orang Bisa Membudidayakan Tanaman Secara Hidroponik, Asal Mau Belajar

Hidroponik terlihat sangat mudah, tapi dalam kenyataannya, tidak semua orang bisa mempraktikkannya karena metode ini berbeda dengan cara bercocok tanam secara konvensional. Kita perlu mengetahui alat dan bahan yang dibutuhkan terutama pemilihan dan pengaturan konsentrasi nutrisi dan ph media untuk pertumbuhan tanaman yang baik. Kita juga  perlu mempertahankan suhu, kelembapan, dan jumlah cahaya optimal.

Meskipun begitu, tidak perlu khawatir karena hidroponik cukup mudah dipelajari. Apalagi saat ini, banyak tersedia sumber untuk belajar pertanian hidroponik, mulai dari buku, youtube, berbagai media online, hingga pelatihan.

10. Budidaya Secara Hidroponik Membutuhkan Biaya Yang Tidak Sedikit, Terutama Untuk Investasi Awal

Untuk memulai bertani secara hidroponik, dibutuhkan dana yang lumayan besar sebagai modal awal, apalagi kalau berencana melakukannya dalam skala besar. Biaya ini dibutuhkan untuk membeli berbagai alat dan bahan, seperti pipa paralon dan media agar. Meskipun begitu, kita tetap bisa menyiasatinya dengan membuat tempat hidroponik dari bambu, pipa bekas, atau barang bekas lainnya.

 

Sumber :

https://www.pertanianku.com/fakta-fakta-menarik-hidroponik/

http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/75167/fakta-tentang-hidroponik-metode-bertanam-tanpa-tanah-yang-patut-di-coba/

 





Nutrisi Hidroponik Media Tanam Alat Ukur Bibit Tanaman Lain-lain Perlengkapan Pupuk Water Soluble Grade Senin, 27 Mar 2023, 13:46:08 WIB MANFAAT MENGKONSUMSI SAYURAN HIDROPONIK

MANFAAT MENGKONSUMSI SAYURAN HIDROPONIK Sayuran hidroponik adalah sayuran yang ditanam dengan teknik khusus dan tumbuh tanpa menggunakan tanah....


Senin, 20 Mar 2023, 09:18:17 WIB PENYEBAB GAGAL PANEN TANAMAN HIDROPONIK

PENYEBAB GAGAL PANEN TANAMAN HIDROPONIK Hidroponik merupakan salah satu sistem budidaya pertanian berbasis non lahan yang menggunakan prinsip...